Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua DPRD Bangka Tengah, Me Hoa, SH,MH : Kenapa Produksi Sawit Meningkat, Tapi Minyak Goreng Langka ?

Rabu, 16 Maret 2022 | Maret 16, 2022 WIB Last Updated 2022-03-16T00:23:52Z
Gaas - Jakarta - Me Hoa yang juga sekaligus menjabat sebagai Wabendum ADKASI menjelaskan, dirinya telah mengevaluasi khususnya di kepulauan Bangka bahwasanya perkebunan sawit banyak sekali, akan tetapi pertanyaan orang kenapa produksi sawit kita meningkat tapi minyak goreng langka.

“Sebenarnya sudah logis harga minyak sawit ekspor tinggi sekali sehingga semua pabrik CPO mengeksport,” kata Me Hoa saat ditemui awak media usai Rakernas ADKASI, di Jakarta, Selasa(15/03).

Iapun mencontohkan, belum lama ini dirinya sempat berkunjung ke Medan, perusahaan minyak goreng disana diminta khusus beberapa persen untuk penyedian lokal 10 persen hingga 20 persen dan tidak diperbolehkan ekspor semua. Kebijakan ini cukup logis untuk rakyat jadi jangan semuanya mentang- mentang untung,” sambungnya.

Makanya, setelah isu IKN sudah selesai apalagi Bapak Jokowi sudah memberikan pernyataan tentang kelangkaan minyak goreng. ” Memang benar kepulauan yang sangat berdampak tentang kelangkaan minyak goreng, untuk itu (ditekankan) distribusinya makanya TNI dan POLRI turun tangan . Seperti Polda Babel, barang masuk ke Bangka itu melalui Palembang, Lampung dan lainnya ( melalui angkutan) kapal pastimya membutuhkan waktu ,” terangnya.

” Menurut kajiannya sebenarnya barang cukup, cuma entah bagaimana yang diekspos saat orang beli berkerumun,” ujar Me Hoa.

Seperti halnya di Bangka Tengah karena ada proses pengiriman barang. ” Logiskan, saya hanya menjawab asprirasi dari masyarakat. Tunggu seminggu hingga dua minggu lagi kita lihat . Apalagi Pak Jokowi sudah memerintahkan dan begitupula ibu Rieke Dyah selaku Dewan Pakar ADKASI meminta pemerintah membentuk peraturan khusus menangani tata niaga produk pangan terintegrasi supaya tidak yerjadi lagi hal seperti ini,” ujar Me Hoa.sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah.

Dirinya berharap pada pemerintah membuat peraturan. “Perusahaan pabrik minyak goreng memproduksi berapa dalam waktu sehari atau setiap sebulannya nanti harus dijual dilokal 50 %,” Tegasnya. (Red)
×
Berita Terbaru Update