Notification

×

Iklan

Iklan

HKTI Menjalin Kerjasama dengan Lembaga Dana Kemanusiaan Kerajaan Qatar

Selasa, 29 Maret 2022 | Maret 29, 2022 WIB Last Updated 2022-03-29T03:55:48Z
Jakarta | Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjalin kerjasama dengan Lembaga Dana Kemanusiaan Kerajaan Qatar, Qilaa International Group untuk membuat aplikasi pertanian. Kerjasama ini, ditandatangani langsung oleh Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, SIP dan Ketua Dewan Direksi Qilaa International Group Yang Mulia Sheikh Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Thani di Sekretariat DPP HKTI Jl. Taman Lawang No.1, Menteng, Jakarta Pusat, Senin petang (28/03/2022). Moeldoko menyambut baik kerjasama yang terbangun atas hubungan istimewa antara Indonesia dan Qatar. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Sheikh Abdul Aziz bin Abdul Rahman untuk proyek ini, mengingat ini merupakan kemitraan strategis antara Qilaa Group dan HKTI,” kata Moeldoko.

Moeldoko mengungkapkan pengalaman aplikasi pertanian ini, dapat memudahkan petani Indonesia dalam menopang aktivitas. Kemudahan yang didapat antara lain adalah cepat tersalurkannya informasi-informasi terkini seputar pertanian maupun teknologi pertanian. Tak hanya petani, aplikasi juga menjadi pegangan HKTI untuk berkomunikasi dengan para petani seperti inovasi yang akan dibangun, permasalahan yang dihadapi petani dan lain sebagainya.

“Ini suatu hal yang sangat baik untuk kepentingan HKTI untuk dapat menjangkau para petani yang luas dan membangun sebuah komunikasi yang intens antara petani dan HKTI, sehingga ada sebuah aliran informasi yang bisa diikuti oleh para petani dengan baik,” kata Kepala Staf Kepresidenan ini. Menurut Moeldoko, aplikasi ini akan terus dikembangkan sehingga nantinya dapat dijadikan wadah untuk menjual komoditas pertanian. Seperti diketahui, pemasaran saat ini masih menjadi penghambat para petani dalam memasarkan produk

“Tahapan berikutnya bahwa pada akhirnya, aplikasi ini dapat digunakan sebagai marketplace, sehingga nanti para petani dapat melakukan transaksi di dalamnya, itu tahapan berikutnya,” ujar Moeldoko. Selain itu, Moeldoko berharap aplikasi ini dapat dijadikan solusi antara penawaran dan permintaan sehingga harga komoditas pertanian dapat stabil Selama ini banyak terjadi gejolak harga karena kita tidak memahami penawaran dan permintaan. Tapi kalau itu terorganisasi dengan baik, maka akan memberikan kepastian. Tidak seperti sekarang yang kadang-kadang naik kemudian jatuh ke bawah. Aplikasi ini diharapkan nanti bisa seperti itu,” harap Mantan Panglima TNI ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Direksi Qilaa International Group Yang Mulia Sheikh Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Thani pentingnya proyek-proyek ini, terutama karena proyek ini akan gratis untuk kepentingan semua anggota HKTI dan akan manfaat besar untuk dan memfasilitasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan . “Kita akan memberikan banyak hal yang gratis di aplikasi ini. Kita juga akan memberikan edukasi dan sekolah gratis bagi anak-anak petani. Setiap tiga bulan kita akan mengadakan kompetisi para petani dengan hadiah menarik. Kita juga akan memberikan sumbangan mulai dari perbaikan rumah, pakaian dan lain-lain,” tutur Abdul Rahman Al Thani. Jika tidak ada hambatan, dalam waktu satu bulan kedepan, aplikasi ini sudah dapat diunduh secara gratis. Usai kerjasama pembuatan aplikasi pertanian, Moeldoko bersama Sheikh Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Thani melakukan panen budidaya ikan lele yang ada di halaman sekretariat HKTI. Pada kesempatan ini Moeldoko mengatakan bawa budidaya lele tidak harus dengan membangun kolam namun dapat memanfaatkan wadah lain seperti drum.

Lele adalah sumber protein yang sangat baik bagi rakyat Indonesia. Kita berharap para masyarakat di mana pun berada anda bisa melakukan seperti ini bisa menggunakan drum bisa menggunakan apapun untuk kebutuhan gizi anak-anak kita,” tandas Moeldoko. Rangkaian acara di sekretariat HKTI pada senin petang, ditutup dengan pengarahan Moeldoko kepada seluruh Ketua DPD HKTI se-Indonesia. Dalam Arahnya Moeldoko mengajak para DPD HKTI untuk memperkenalkan nama HKTI hingga ke penjuru nusantara, dibarengi dengan upaya konkret HKTI dalam m embantu para petani.

“Masyarakat Indonesia yang tau HKTI hanya 34,6 persen. Untuk itu, selain kami mempromosikan organisasi, kami juga melakukan Langkah-langkah nyata di daerah. Kenalkan organisasi ini dengan baik kepada publik, jangan sampai masyarakat bingung HKTI yang mana ini, makanya anda para DPD HKTI harus menjawab, jangan sampai masyarakat bingung” tegas Moeldoko.
×
Berita Terbaru Update