Notification

×

Iklan

Iklan

Iriana Ekasari, Melalui Artisan Teh Indonesia Konsep Modren Hadirkan Teh Jadi Daya Tarik Para Kaum Muda

Senin, 18 Juli 2022 | Juli 18, 2022 WIB Last Updated 2022-07-18T08:45:29Z


Jakarta — Menghadirkan teh dalam nuansa dan kemasan baru yang berbeda menjadi satu di antara visi yang dihadirkan oleh Asosiasi Artisan Teh Indonesia (ARTI) dalam acara Talk Show & Competition, RPN Goes To Jakarta yang berlangsung beberapa minggu yang lalu di Jakarta Convention Center ( JCC) pada tanggal 1-3 Juli 2022, dengan mengangkat tema Funblending Tea With Kopyor.

Teh merupakan salah satu minuman yang telah eksis di Indonesia sejak lama, memikat para penggemar dengan rasa dan aromanya.

Sayangnya, popularitas teh di Indonesia mungkin tidak sepopuler kopi, terutama di kalangan generasi muda, seperti gen-Z dan gen-X.

Untuk itu, tentu diperlukan inovasi dan racikan yang menarik hati anak muda, sehingga teh tertap eksis ke depannya.

Teh sebagai minuman rakyat Indonesia, memerlukan adopsi generasi mendatang dengan cara konsumsi yang berbeda. Kultur baru yang relevan dengan generasi jaman “now” menjadi hal yang penting dikembangkan ke depan.

Tak bisa dipungkiri, generasi yang disebut milenial ini kini memegang kunci keberlangsungan perkebunan teh Indonesia. Jika milenial tidak mau minum teh lagi, maka gunung-gunung akan gundul dan gersang akibat petani enggan menanam teh lagi. Keprihatinan ini diungkapkan Iriana Ekasari , Dewan Juri teh sekaligus founder Sila Tea House yang juga anggota Dewan Teh Indonesia.

Budaya Ngeteh meski memiliki sejarah panjang bagian dari heritage industri teh dunia, Indonesia belum menyepakati wajah budaya minum teh khas Indonesia. Contoh budaya ini, misalnya, tradisi Afternoon Tea di Inggris. Tradisi minum teh setiap pukul 16.00 yang dikembangkan oleh Anna Russel, Duchess of Bedford, ini merupakan seni minum teh yang disajikan dengan makanan kecil di sore hari.

Tradisi lain menjadikan teh sebagai bagian dari upacara Chado dan Chanoyu. Tradisi ini bagian dari ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu dengan tata cara tertentu. Teh bukan sekadar teh yang dituangi air panas, disajikan, lalu diminum. Upacara minum teh ini mengandung unsur seni hidup yang luas, sarat makna, dan mengandung filosofi.

Teh Kekinian Dalam perkembangannya, teh dipercaya baik untuk kesehatan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya teh bagi kesehatan ini turut mendongkrak pamor minuman berbahan dasar pucuk daun terbaik itu. Jika menikmati teh sudah menjadi budaya, lambat laun berkembang menjadi gaya hidup. Gaya hidup sehat dengan meminum teh telah memunculkan generasi baru pencinta teh, dari kalangan menengah atas hingga anak-anak muda.

Tumbuhnya gaya hidup sehat mendorong diversifikasi produk teh menjadi kian beragam dan menarik. Diharapkan hal ini membuat permintaan dan konsumsi teh terus meningkat. Termasuk didalamnya adalah konsumen generasi milenial.

Tertariknya konsumen generasi milenial antara lain karena minuman teh dapat disajikan dalam aneka inovasi suguhan ataupun jenis minuman kekinian. Misalnya dengan menambah atau mencampurkan teh dengan berbagai rasa dan aroma seperti buah, bunga, rempah-rempah, atau susu yang disebut Artisan Tea.

Perpaduan teh dengan jeruk, strawberry, sereh, kencur, melati, bunga mawar, bunga telang, dan masih banyak lagi yang lain bisa menciptakan kesegaran rasa teh yang baru. dimana generasi milenial lebih suka teh yang dicampur dengan bahan lain dibanding generasi X dan baby boomers. Dua dari lima generasi milenial berpendapat demikian.

Generasi milenial lebih siap mencoba produk baru plus dibumbui sensasi tertentu. Anak muda butuh menikmati teh dengan cara kekinian dengan berbagai variasi dalam penyajian maupun rasa. Banyak ragam teh bisa menghasilkan rasa yang unik. Untuk itulah, inovasi menjadi kunci.

Dalam sebuah jajak pendapat yang diselenggarakan Kompas, sekitar sepertiga responden juga sepakat bahwa menambahkan macam-macam rasa merupakan inovasi yang dibutuhkan agar teh lebih diminati. Selain kemasannya yang dibuat menarik dan disajikan lebih modern.

Masa Depan

Inovasi teh tidak akan pernah berhenti seiring dengan berkembangnya teh sebagai gaya hidup. Kedai teh yang menyajikan berbagai racikan teh dengan konsep modern banyak bermunculan di kota-kota besar. Selain menyuguhkan kombinasi minuman teh yang unik dan enak, penyajiannya pun lebih modern dengan menggunakan gelas-gelas tinggi sehingga mirip cocktail drink di bar maupun resto-resto mewah.

Penyajian teh yang menjadi instagrammable ini banyak disukai anak-anak muda, sekaligus memperkuat daya tarik teh di kalangan muda. Tumbuhnya banyak kedai-kedai khusus teh di Indonesia ini menunjukkan, teh telah menjadi bagian penting dari gaya hidup kaum urban.

Peluang bagi anak muda untuk membuka usaha yang kekinian dan disukai generasinya.

Nah, Asosiasi Artisan Teh Indonesia (ARTI) punya cara sendiri untuk melakukannya.

“Kita punya target utama gimana caranya biar teh ini menarik bagi milenial, gen-Z, dan gen-X. Makanya kita adain testing dengan gelas wine, kita bikin inovasi tea-wine, kombucha, supaya menarik bagi teman-teman kita yang masih muda.”

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal ARTI Rony Wijaya saat ditemui dalam acara launching Asosiasi Artisan Teh Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Artisan Teh Indonesia (ARTI) Redha T. Ardias dan para tamu usai acara tea tasting tengah menjelaskan tentang langkah meminum teh dengan gelas wine pada para tamu VIP saat tea tasting di acara launching Asosiasi Artisan Teh Indonesia.

Menurut Rony Es Kopiyor membawakan Es Kopiyor zaman now gen x dan gen z. Jadi yang membuat nama tersebut Eko, Nyiur melambai, dia membawakan teknik playering supaya menvisualisasikan, mensuasanakan ketika ada daun kelapa melambai berarti melihat air laut yan biru nan bening serta tea di buat seperti wine sirah dan di gabungan dengan Teh Wine Kopy Ecopiyir, es kopiyor zam now.

Konsep Teh ada di gelas bisa teh dengan kopyor ditambah bau kayumanis. Teh dan kopiyor bisa menyatu di gelas cantik, (mengibaratkan) tentu Indonesia bisa bersatu generasi muda yang merupakan kunci untuk mempertahankan keeksisan teh di Indonesia, sehingga hal itulah yang menjadi tujuan utama dibentuknya asosiasi ini.

Rony menambahkan, saat ini sudah ada beberapa brand teh artisan dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam ARTI, meski jumlahnya belum bisa dibilang banyak.

“Kami lebih mementingkan quality daripada value.”

Sila tea, salah satu merk teh artisan yang tergabung dalam Asosiasi Artisan Teh Indonesia.

Lalu bicara soal inspirasi produk dan inovasinya dalam penyajian teh, Rony mengatakan itu berhubungan dengan makna dari kata “artisan.”

“Harapannya buat teman -teman di luar sana, ternyata Teh itu punya cerita yang sangat menarik sekali bagi kaum millenial, gen z, gen x. Nge teh menarik kumpul bareng teman – teman, mau ngajak teman nge teh, mau riset tentang teh dan ini stimulus itu muncul” Pungkasnya. (Sari /rilis)
×
Berita Terbaru Update