Minggu, 06 November 2022

EM&E Menandatangani Kesepakatan Kerja sama dengan PT Jala Berikat Nusantara (J-Forces Group)

 


 


 Keterangan Foto : Francisco Aguilera, duta besar Spanyol; Javier Escribano, CEO di EM&E; Johny Tamoto, CEO di J-Forces; dan Subiyono, wakil direktur di J-Forces. Foto: Escribano Mechanical & Engineering



 - Jakarta - Bertempat di Jakarta International Expo Indonesia diadakan Pameran Indo Defence 2022 Expo dan Forum kembali di gelar dan di buka secara resmi oleh Presiden Jokowi di dampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.


Acara Pameran Indo Defence  mempromosikan  industri pertahanan terbesar se-Asia Tenggara tersebut berlangsung meriah di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat yang berlangsung dari tanggal, 2 hingga 5 November 2022.


 Disela pembukaan acara Pameran,  Perusahaan manufaktur asal Spanyol, yakni Escribano Mechanical & Engineering (EM&E) resmi masuk ke pasar senjata/pertahanan Indonesia. 


Indo Defence 2022 merupakan debut pertama perusahaan senjata asal Spanyol tersebut di Asia; manufaktur senjata ini berfokus pada produksi remote control weapon station (RCWS).


Dalam acara pembukaan Indo Defence hari Rabu tanggal 2 November 2022  pihak EM&E menandatangani kesepakatan kerja sama dengan perusahaan swasta Indonesia

yakni PT Jala Berikat Nusantara (J-Forces Group) dalam pengembangan RCWS. Sebagai tambahan, melalui website resminya; pihak EM&E akan memasok sistem senjata berupa remote weapon station Guardian 1.5 untuk kebutuhan TNI AD. Sejauh ini tidak diketahui berapa banyak sistem senjata serta berapa nilai kontraknya. Sebagai tambahan, Guardian 1.5 juga dipajang di stand milik J-Forces Group selama acara Indo Defence.




Sekilas tentang Guardian 1.5.


Guardian 1.5.  yang akan dipinang TNI AD, merupakan stasiun senjata jarak jauh (remote weapon station) yang ringan dan ringkas, serta dirancang khusus untuk bisa dipasangi senapan mesin 12,7 mm dan peluncur granat kaliber 40 mm. Sistem ini memiliki fitur stabilisasi dua axis dan mampu beroperasi siang dan malam. Guardian 1.5 merupakan sistem yang dirancang untuk diintegrasikan ke dalam berbagai platform, baik kendaraan darat atau kapal perang; yang akan menyediakan kapasitas pertahanan diri untuk jarak pendek dan menengah.


Selain Guardian 1.5, manufaktur asal Spanyol ini juga menampilkan dua produk unggulannya selama Indo Defence 2022. Salah satunya adalah Sentinel Aspis, stasiun senjata untuk angkatan laut paling ringan yang tersedia di pasar menurut klaim EM&E. Dengan berat kurang dari 100 kg, sistem ini menggabungkan fitur pengendalian tembakan dan alat bidik canggih; serta dapat dipasangi senapan mesin kaliber 5,56 mm atau 7,62 mm.


Produk lainnya yang dibawa ke Indonesia adalah Guardian 2.0, stasiun senjata berbasis darat yang dapat dipasang pada platform statis atau kendaraan. Guardian 2.0 bisa dipasangi senapan mesin kaliber 7,62 mm, 12,7mm, peluncur granat MK19 kaliber 40 mm, serta peluncur granat asap.


Dengan kapasitas persenjataan yang dimiliki sistem dalam konfigurasi standarnya, sistem stasiun senjata ini juga telah digunakan sebagai sistem C-UAS (kontra drone), sebagai solusi mematikan untuk menghadapi ancaman seperti UAV (drone) di era modern.(red)