Jumat, 23 Desember 2022

Kades Sukajaya Taman sari Bogor beserta para stafnya diduga banyak mangkir/meninggalkan kantornya dengan banyaknya Media yang datang setiap hari

Bogor | Dengan adanya pemberitaan Media Shootlinenews 4/12/2022 atas laporan Masyarakat dan tokoh masyarakat kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) keterkaitan Dana Desa(DD) dengan dugaan adanya penyelewengan pembagian kepada para petani, peternak yang keterkaitan dengan Ketahanan sandang pangan,yang pihak lpkni sudah menyambangi para penerima bantuan tersebut,pihak Sekdes Sukajaya kalang kabut dan langsung mendatangi para penerima bantuan yang tadinya diangsur dalam pembagiannya,dan setelah penerimaan bantuan tersebut dibagikan masih adanya kecemburuan sosial dari masyarakat bahkan ada RT/RW yang mengetahuinya setelah pembagian tersebut bergulir.

Yang setelah berita mencuat akhirnya Sekdes banyak didatangi awak media yang mau mengklarifikasi,Sekdes fj dengan sigapnya langsung membuat statement kepada beberapa awak media untuk membuat pencitraan atas berita Shootlinenews sebelum nya dan sekdes langsung memberikan bantuan tersebut didepan para media dan yang tadinya setiap penerimaan uang tidak ada tanda terimanya, dengan pemberitaan tersebut para penerima bantuan disuruh menandatangani,dan sempat sempatnya media yang langsung membuat YouTube dengan pemberitaan yang baik-baik yang seolah-olah dalam bantuan penerimaan tersebut sudah benar dalam pemberitaannya dari beberapa Media, entah apa maksudnya,yang seharusnya media tersebut harusnya mengklarifikasi dahulu kepada lpkni dan Shootlinenews,bahkan ada beberapa media meminta Rilisan beritanya ke Shootlinenews,yang katanya akan menaikkan berita tersebut,eh malah yang timbul banyak berita pencitraan yang baik-baik dari Sekdes Sukajaya tersebut.


Disini saya selaku ketua lpkni Bogor raya dan Korlip media Shootlinenews merasa kecewa dan miris dengan adanya pemberitaan pencitraan tersebut, entah apa maksudnya sayapun ga bisa berbuat apa-apa, masing-masing punya hak atas pemberitaannya,yang kalo dipikir secara nalar yang positif, sebenarnya kita disini Sesama awak media mau diadu domba oleh seorang Sekdes,yang sudah saya datangi kerumahnya untuk mengklarifikasi,bahkan Sekdes tersebut (fj)memang mengakui atas kelalaiannya dan meminta maaf kepada lpkni dan Shootlinenews dalam penyaluran dana desa tahun 2022.


Nasi sudah menjadi bubur dimana seharusnya pihak pengawasan pemerintah dan inspektorat harusnya lebih jeli dan teliti dalam semua penyaluran Uang Negara yang dikelola oleh pihak Desa,dan paling tidak ada team kontrolingnya dalam setiap bulannya, jangan menunggu akhir tahun/laporan yang diduga bisa direkayasa.


Dari pemberitaan dan pencitraan yang diduga katanya dana tersebut sudah bergulir semuanya,bahkan pihak desa Sukajaya mengadakan pelatihan utk para petani dan peternak penerima bantuan dan adanya beberapa Media yang lagi lagi membuat pencitraan yang baik-baik.


Kamis 22/12/2022 jam 10,00 ketua lpkni NK, mendatangi kantor Desa Sukajaya untuk mengklarifikasi atas pemberitaan akhir akhir ini, yang tidak sesuai dengan pemberitaan awal dari hasil investigasi dilapangan,tapi pada saat saya datang ke kantor Desa Sukajaya ternyata hanya ada 2 orang bagian pelayanan saja,pa Kades,Sekdes bahkan Staf stafnya juga tidak ada dikantor,padahal saat itu saat jam kerja, bahkan saya bertemu dengan seorang Media online (ad) yang katanya dari jam setengah 10 menunggu,bahkan katanya sudah janji dan pada jam 13,00 datang pula beberapa petugas Koramil yang katanya untuk kunjungan saja, juga tidak bisa bertemu.


Disini saya selaku Sosial Kontrol dan lembaga yang sudah 3 kali saya investigasi Desa Sukajaya dari beberapa kasus,yang terakhir kasus PTSL pun, semuanya berjalan dengan baik,bahkan pada saat kasus PTSL 2018/2019 pihak Polsek Tamansari, Kanit (Nn) pun turun tangan untuk membenahi kasus tersebut, bahkan pihak kepolisian sendiri yang membagikan Sertifikat tersebut kepada Masyarakat,atas ketidak pahaman pihak desa.


Sangat disayangkan bila Semua kantor Desa selaku pelayanan Masyarakat,sampai kosong bukan layaknya seperti kantor.Mau jadi apa Bangsa ini jika pihak yang Berkompeten tidak mengambil tindakan kepada Kades serta Sekdesnya yang juga anak dari Kepala Desa Sukajaya,ucap Niko yang langsung turun ke kantor desa tersebut.


(Korlip NK Yulwi janarko)