Jumat, 13 Januari 2023

DUUUH!!!, JASA JUMPA PERS DI POLDA SUMBAR SEBUNGKUS NASI

Bukittinggi | Sejumlah wartawan diberbagai daerah, meragukan integritas oknum jurnalis dan pimpinan Redaksi media Tri Brata Firman Sikumbang.


Sebagai seorang jurnalis. Ia seharusnya membela hak-hak wartawan yang terkebiri di Polda Sumatera Barat.


Yang terjadi justru oknum itu (Firman  Sikumbang.., red) mempermalukan wartawan dengan menyebut jasa wartawan yang meliput dan berposko di Polda Sumbar dihargai sebungkus nasi.


Nasib yang sama tidak tertutup kemungkinan akan dialami rekan-rekan wartawan mereka yang tergabung dalam organisasi Ikatan Keluarga Wartawan (IKW) Sumatera Barat, yang ia pimpin sebagai ketua.


“Saya menyesalkan sikap oknum yang menyebut dirinya wartawan apalagi menjabat pemimpin Redaksi sebuah media milik Polri,  ikut  mengkebiri hak-hak wartawan”, ujar Senioritas Pers Kabupaten Agam Bj Rahmad, Bukittinggi Kamis 12 Januari 2023.


Diskriminasi profesi wartawan itu dilakukan Firman Sikumbang, setelah rekaman vidio Youtube Media Laksusnews TV dibawah judul "Polda Sumbar Tebang Pilih Terhadap Media". 


Dalam rekaman vidio berdurasi 15 menenit lebih itu dipandu Bung David, menghadirkan nara sumber Inyak Yenny Laura, Thamrin , dan Friman Sikumbang sendiri.


Dalam tayangan itu. Oknum Pemimpin Redaksi media Tri Brata itu, tanpa beban dan tidak malu menyebut jasa wartawan yang meliput jumpa pers di Polda Sumbar dihargai sebungkus nasi. “Kini uang liputan itu sudah diganti dengan jasa BBM senilai Rp. 50.000,-.


Padahal, kata Yenny Laura, setiap kali jumpa pers di Polda Sumbar, wartawan diharuskan menandatangi emapat lembar daftar hadir. Selain menyebut nama media, nama wartawan dan tanda tangan, tidak ada bahasa lain dalam daftar hadir tersebut, juga tidak ada nominal yang ditandatangani.


“Saya pernah protes hal ini, jawaban yang saya terima dari salah se orang oknum di Humas Polda Sumbar itu sudah ketentuan”, ujar Inyak Yenny Laura mengutip ucapan seorang oknum humas Poldas Sumbar berpangkat Bripda.


Setelah rekaman Vidio itu beredar, sejumlah oknum yang bertugas dibagian Humas Polda Sumbar bagaikan kebakaran jenggot.


“Dampaknya saya di japri dan di undang untuk menemui salah seorang Kabid Humas Polda Sumbar”, ujar Pimpinan Redaksi Sumbartoday itu. 


Undangan itu tegas saya tolak, kalau undangan tentu ada kejelasan, dalam rangka apa atau dalam kegiatan apa?.. Toh wartawan yang meliput di Polda Sumbar tidak hanya saya, masih banyak organisasi pers. Kok pribadi saya yang di undang. Ini ada apa?”, ujar Yenny Laura balik bertanya.


Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari Firman Sikumbang, meski ada nada sambung di seluler, namun oknum itu tidak memberikan reaksi.


“Saya harapkan Kapolda Sumatera Barat, mengusut kasus yang mempermalukan wartawan. Pengusutan yang sama juga dilakukan terkait biaya liputan 80 media oleh Oknum di Bagian Humas Polda Sumbar. "Ini harus di usut”, kata Yenny.



(Asroel bb | Merapinews.com)